Laman

Selasa, 12 September 2017

Pertempuran wina

Pertempuran Wina adalah sebuah pertempuran dalam rangkaian perang antara Austria melawan Ottoman, pertempuran ini terjadi pada 12 September 1683 antara pasukan kerajaan Ottoman berhadapan dengan tentara gabungan Austria dan Polandia.

Wina sendiri adalah ibukota Austria, dan selama dua bulan penuh kota ini dikepung oleh tentara Ottoman hingga kemengan hamper diraih. Hingga pada momen yang genting datanglah bantuan dari Polandia sehingga Kaisar Austria waktu itu Luitpold VI dapat melawan balik kepungan tersebut dan memaksa mundur tentara Ottoman dari pertempuran.


Pasukan Austria berjumlah sekitar 100.000 orang dan sekutu mereka dipimpin oleh Duke of Lorraine Charles IV, juga 30.000 tentara dipimpin oleh Raja Persemakmuran Polandia-Lituania Jan III Sobieski. Mereka melawan pasukan Ottoman pimpinan Merzifonlu Kara Mustafa Pasha yang berjumlah 140.000 orang.
Pertempuran Wina yang diawali dengan pengepungan itu sendiri dimulai pada 14 Juli 1683 dan pada tanggal 12 September 1683 adalah puncak pertempuran atau pertempuran utamanya terjadi.
Akhir dari pertempuran ini menandai titik balik dalam 300 tahun konflik berkepanjangan antara pasukan-pasukan eropa dan Kerajaan Ottoman. Konflik perebutan kembali wilayah selatan Hongaria, dan Transilvania dari Kerajaan Ottoman adalah motif utama konflik ini, hingga sedikit demi sedikit pengaruh Ottoman semakin kecil sampai hilang sama sekali pada tahun 1923.

Beberapa legenda yang dihubungkan dengan Pertempuran Wina:

1. Konon croissant diciptakan di Wina pada tahun 1683 atau 1529 pada sebuah pengepungan Turki yang lebih awal untuk merayakan kemenangan mereka. Hal ini untuk merujuk tanda bulan sabit di bendera Turki. Meski hal ini didukung oleh petunjuk bahwa dalam bahasa Perancis croissant dirujuk dengan nama Viennoiserie dan rakyat Perancis percaya bahwa Marie Antoinette yang berasal dari Wina membawanya ke Perancis pada tahun 1770, tidak ada bukti bahwa croissant sudah dikenal sebelum abad ke-19.

2. Legenda lain menyebutkan bahwa bagel pertama kali dibuat di Wina sebagai hadiah kepada raja Jan Sobieski atas bangsa Turki.

3. Setelah pertempuran berakhir warga Wina menemukan banyak karung kopi di perkemahan Turki yang ditinggalkan. Dengan menggunakan kopi-kopi yang ditinggalkan ini, Franciszek Jerzy Kulczycki membuka warung kopi ketiga di Eropa.

4. Konon ketika bangsa Turki melarikan diri dari Wina, mereka meninggalkan instrumen-instrumen musik di medan laga dan dengan ini bangsa Eropa Barat mulai mengenal simbal, kendang, dan triangle.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Wina
Sumber gambar: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Juliusz_Kossak_Sobieski_pod_Wiedniem.jpeg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar