Pada awal abad 19, di Rusia terjadi aksi pembantaian
terhadap orang-orang yahudi atas perintah pemimpin Rusia saat itu raja Tsar
Nicholas II yang seperti pendahulunya Tsar Alexander II melakukan program
pembersihan Yahudi. Aksi itu dilakukan secara massif hingga pernah dalam satu
aksi membunuh sekitar 10.000 orang Yahudi dalam sehari.
Aksi pembersihan itu adalah reaksi atas terbitnya sebuah
buku berjudul The Great Within The Small karangan Profesor Nilus. Dalam buku
itu terdapat dokumen rahasia “Protocols of The Elders of Zion” tentang rencana
besar dan rahasia bangsa Yahudi untuk menguasai Eropa dan dunia dengan segala
cara. Kebencian massal orang-orang Rusia terhadap Yahudi pun tak terbendung.
![]() |
| Tsar Nicholas II |
Namun Yahudi berhasil
melancarkan serangan balik. Melalui berbagai propaganda mereka melancarkan
berbagai aksi kerusuhan yang puncaknya adalah Revolusi Bolshevik tahun 1917
yang berhasil menyingkirkan Tsar dan mendudukkan regim komunis sebagai penguasa
Rusia. Sebagai balasan atas program pembasmian Yahudi yang dilancarkannya, Tsar
Nicholas II dan para pendukungnya dibunuh secara keji.
![]() |
| Lenin dalam Revolusi Bolshevik |
Selanjutnya regim
komunis yang berkuasa mengeluarkan peraturan yang sangat keras: barang siapa
menyimpan atau mempublikasikan Protocols akan langsung ditembak di tempat tanpa
melalui proses pengadilan. Ini saja sudah menunjukkan keseriusan Protocols.
Tidak mengherankan kalau Hitler memandang komunisme sebagai pelindung
kepentingan Yahudi yang harus dihancurkan sebagaimana orang-orang Yahudi.
![]() |
| "Semua ini hanyalah jalan menuju Revolusi Dunia" |
Protocols sudah diterjemahkan di beberapa negara seperti
Inggris dan Jerman, namun setiap edisi yang sempat terbit selalu habis diborong
oleh orang-orang Yahudi yang khawatir masyarakat dunia akan sadar dan melawan
pada saat Yahudi belum benar-benar menguasai dunia. Mengenai beberapa kopi
Protocols yang sempat beredar, media massa seluruh dunia yang didominasi
kepentingan Yahudi selalu mendeskreditkannya sebagai sebuah kepalsuan. Namun
bukti-bukti menunjukkan sebaliknya, dan Protocols terus menjadi bahan kajian
berbagai bangsa di dunia hingga sekarang.
Tidak kurang dari public figure
terkenal seperti Henry Ford (raja mobil Amerika) memberikan komentarnya tentang
Protocols yang dimuat dalam buku Prof. Nilus:
"The only statement I care to make about the Protocols is that they fit in with what is going on. They are sixteen years old, and they have fitted the world situation up to this time. They fit it now.” (Satu satunya komentar saya tentang Protocols adalah sesuai benar dengan kejadian-kejadian yang telah dan tengah berlangsung. Protocols sudah berumur 17 tahun (saat Henry Ford membuat pernyataan; pen) dan semua kejadian yang terjadi sesuai dengan apa yang tertulis di Protocols) "
"The only statement I care to make about the Protocols is that they fit in with what is going on. They are sixteen years old, and they have fitted the world situation up to this time. They fit it now.” (Satu satunya komentar saya tentang Protocols adalah sesuai benar dengan kejadian-kejadian yang telah dan tengah berlangsung. Protocols sudah berumur 17 tahun (saat Henry Ford membuat pernyataan; pen) dan semua kejadian yang terjadi sesuai dengan apa yang tertulis di Protocols) "
Kebencian Adlof Hitler kepada Yahudi hampir dapat dipastikan
juga karena pengetahuannya tentang Protocol Zion.
Penulis ingin menunjukkan beberapa bukti yang menunjukkan
betapa Protocols adalah sesuatu yang sangat nyata dan sejalan dengan sejarah.
Kapten A.H.M. Ramsay dalam catatannya yang terkenal The Nameless War
mengungkapkan bahwa dirinya menerima sekumpulan dokumen lama dari seorang
sahabatnya yang berasal dari Synagogue Mulheim yang berisi korespondensi
rahasia antara pemimpin parlemen Inggris Oliver Cromwell dan Menlu E Pratt,
tertanggal 16 Juni 1647.
Saat itu Inggris baru saja dilanda perang saudara
hebat antara para pendukung raja Charles dan pendukung parlemen dimana raja
Charles kalah dan tengah menjalani tahanan. Korespondensi tersebut menunjukkan
bahwa Cromwell dan Pratt tengah berupaya mendapatkan dukungan dana dari orang-orang
Yahudi, dengan balasan orang-orang Yahudi diakui sebagai warga Inggris. Namun
upaya itu terhambat oleh penolakan Charles yang secara de jure masih menjabat
sebagai raja. Maka keduanya sepakat untuk membunuh Charles melalui sebuah
rekayasa.
Sejarah telah menunjukkan rekayasa tersebut berjalan mulus:
membiarkan Charles melarikan diri, menangkapnya di pelarian, mengadilinya
dengan tuduhan pengkhianatan, menghukumnya dengan memancung kepalanya, kemudian
membiarkan Cromwell menjadi penguasa Inggris dengan menanggung hutang kepada
orang-orang Yahudi sehingga harus membagi kekuasaan dengan mereka. Dan dua abad
kemudian, tepatnya tahun 1874, Inggris sudah dipimpin oleh perdana menteri yang
berdarah Yahudi, Benjamin Desraeli. Semuanya itu paralel dengan apa yang ada
dalam Protocols.
Isaac Disraeli, bapak dari Benjamin Desraeli, dalam bukunya
“Life of Charles I” tahun 1851 dengan gamblang mengatakan: “Ingat dengan
Revolusi Perancis, rahasia persiapannya sangat kita pahami karena sebenarnya
itu adalah hasil kerja tangan kita.”
Tuduhan bahwa Protocols adalah bohong dan palsu juga
dipatahkan dengan fakta bahwa dokumen yang baru dipublikasikan oleh Profesor
Nylus pada tahun 1901 itu mampu memprediksi beberapa kejadian besar yang
terjadi kemudian seperti Revolusi Bolshevik, Perang Dunia I dan II, Depresi
Besar, runtuhnya negara-negara kerajaan di Eropa, pendirian negara Israel,
Perang Dingin dan sebagainya.
Karena bersifat rahasia dan tidak ada orang atau pun
organisasi yang berani mengkonfirmasi kebenarannya, Protocols tetap dianggap
sebagai sebuah misteri oleh kebanyakan orang. Beberapa informasi yang berhasil
dikuak menunjukkan bahwa Protocols adalah undang-undang dasar bangsa Yahudi
dalam mewujudkan ambisinya menjadi penguasa dunia sebagai implementasi
keyakinan mereka sebagai bangsa pilihan Tuhan.
Protocols dibuat dalam pertemuan
rahasia orang-orang Yahudi terkemuka (learned elders) tahun 1897 dalam KongresZionisme I di Basle, Swiss.
![]() |
Cover dari Protokol Resmi Kongres Zionis Pertama Basel 1897
|
![]() |
| Delegasi Kongres Zionis Pertama Basel 1897 |
Namun para ahli yakin bahwa kaum Yahudi telah
mengadakan pertemuan-pertemuan rahasia secara rutin jauh sebelum itu, dengan
tujuan yang sama: MENGUASAI DUNIA. Sumber: cahyono-adi.blogspot.co.id






Tidak ada komentar:
Posting Komentar